MUSIM KEMARAU PERLU PERHATIKAN FAKTOR PEMICU KEBAKARAN

Sesuai data BMKG Jateng puncak musim kemarau diperkirakan terjadi bulan Agustus sampai September 2019. Warga diminta tidak melakukan hal-hal yang berpotensi menyebabkan bencana. Saat dikonfirmasi, Kepala Pelaksana Harian BPBD Wonogiri Bambang Haryanto, Selasa (13/8) pekan ini di ruang kerjanya mengatakan bahwa musim kemarau masih berlangsung hingga September 2019.

“Sekarang di Wonogiri telah terjadi berapa kali kasus kebakaran rumah atau lahan salah satu pemicunya adalah kelalaian masyarakat, sehingga perlu dipahami bahwa di musim kemarau harus ada upaya hati-hati dalam rangka memanfaatkan api, seperti jangan membuang puntung rokok sembarangan,” ungkap Bambang Haryanto.

Sejauh ini ada berapa puluh hektar lahan di Wonogiri dan rumah penduduk terbakar yang dipicu berbagai faktor.

“Terkait kebakaran hutan dan lahan dampaknya bisa kehilangan hasil produksi atau tanaman yang ada. Tidak hanya itu, faktor lainnya bisa memunculkan rekahan baru bahkan dalam kondisi tertentu bisa menyebabkan longsor dan sumber-sumber air akan hilang,” tambahnya.

 Ditegaskan Bambang Haryanto bahwa dampak kemarau cukup besar sehingga masyarakat harus hati-hati khususnya untuk menjaga lingkungannya dan perlu saling mengingatkan pada warga lainya.

 

Sumber : Berita Daerah RGS Wonogiri (13 Agustus 2019)



Menurut pengunjung, apakah isi website ini bersifat informatif ?

Pilih

Jl. Kabupaten No. 4-6 Wonogiri 57612
Telp. (0273) 321002 Fax. (0273) 322318
Email: bupati@wonogirikab.go.id
Website : http://www.wonogirikab.go.id


//