AGROWISATA BUAH DAN SAYUR DI KEPATIHAN SELOGIRI, PENGUNJUNG MENCAPAI 1.000 ORANG PER HARI.

Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri miliki lahan yang dimanfaatkan untuk Agrowisat. Pencetus ide Agrowisata Kepatihan ini adalah Dwi Sartono. Belum lama ini Dwi menuturkan kepada media bahwa awal gagasan membuat agrowisata muncul sejak 2008 lalu. Ketika musim kemarau tiba, persawahan tidak bisa ditanami padi. Dia lalu menanam buah, dan sayuran.

"Namun tidak diduga ternyata malah menarik perhatian pengunjung. Pada hari biasa, pengunjung yang datang bisa mencapai 300-500 orang, jika weekend bisa tembus 1000 pengunjung lebih," katanya.

Pria lulusan Institut Pertanian Bogor ini kepada media mengatakan, jika dibandingkan dengan menanam padi, hortikultura jauh lebih hemat dalam penggunaan air.

"Perbandingannya bisa 1 : 3. Jika hortikultura menghabiskan 15 liter dan padi bisa 50 liter bahkan lebih," terangnya.

Sejauh ini dirinya mengerjakan lahan seluas 4.000 meter persegi. Lahan tersebut ditanami terong, cabai, labu madu, tomat, pare, mentimun, melon golden, melon hijau, semangka kuning, dan semangka merah. Untuk Kebutuhan air diperoleh dari aliran sungai yang diangkat menggunakan pompa air.

"Ada juga dari sumur pantek yang dibuat di lahan tersebut," katanya.

Dwi Sartono menambahkan tanaman buah dan sayur miliknya diairi setiap 3-5 hari sekali dan hanya memerlukan 15 liter air. Menurutnya budidaya hortikultura juga menyiasati harga jatuh saat panen.

"Karena ketika memasuki usia panen, seperti saat ini, wisatawan lokal maupun warga boleh memetik sendiri dari pohon. Selanjutnya tinggal ditimbang dan dibayar di kasir. Petani bisa bertemu langsung dengan konsumen, tanpa melalui pengepul atau tengkulak dan pedagang, memotong jalur distribusi. Harga menjadi murah bagi konsumen tapi menjadi lebih baik bagi petani,” terang petani muda itu.

Dia mencontohkan, harga semangka Rp5.000 hingga 7.000 per kilogram. Jauh di atas harga ketika dijual petani ke tengkulak yang hanya Rp2.000 per kilogram.

Salah satu pengunjung, Haryanti mengaku puas datang ke agrowisata itu. Selain mendapatkan buah dan sayur dengan harga terjangkau, bisa membantu petani terbebas dari harga anjlok ketika panen.

“Anak-anak juga dapat pengetahuan baru,” tutur dia.

 

Sumber : Berita Daerah RGS Wonogiri (27 Juli 2019)



Menurut pengunjung, apakah isi website ini bersifat informatif ?

Pilih

Jl. Kabupaten No. 4-6 Wonogiri 57612
Telp. (0273) 321002 Fax. (0273) 322318
Email: bupati@wonogirikab.go.id
Website : http://www.wonogirikab.go.id


//