TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-118 Kodim 0728/Wonogiri di Desa Rejosari, Kecamatan Jatisrono secara resmi ditutup. Upacara Penutupan yang digelar Kamis, (19/10/2023) tersebut dipimpin oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Widi Prasetijono.

Berdasarkan laporan hasil TMMD reguler ke-118 yang disampaikan oleh Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Deny Octavianto, seluruh sasaran fisik telah selesai dilaksanakan.

“Seluruh target dan sasaran fisik telah selesai dikerjakan selama masa TMMD Reguler ke-118 di Desa Rejosari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri,” ujar Dandim.

Sasaran fisik itu meliputi rabat beton di wilayah Dusun Jegoh dengan volume 702 x 3 meter dan di Dusun Rejosari dengan panjang 81 x 3 meter. Talud jalan juga telah selesai dikerjakan di tiga titik yaitu di Dusun Rejosari RT 03 RW 01 dengan volume 72,85 x 3 x 0,30 meter, di Dusun Jegoh RT 04 RW 04 dengan volume 251 x 3 meter x 0,30 meter dan di Dusun Pencil RT 03 RW 03 dengan volume 20 x 2 x 0,30 meter.

Kemudian juga telah berhasil dibangun jembatan di tiga titik yakni di Dusun Pencil RT 04 RW 03 dengan panjang 7 x 6 x 0,20 meter, di Dusun Jegoh dengan panjang 4 x 4 x 0,25 meter dan satu lainnya dengan panjang 9 x 2 x 0,30 meter.

Selain rabat jalan, talud, dan jembatan, TMMD Reguler ke-118 juga mengerjakan sasaran fisik berupa rehabilitasi satu unit rumah tidak layak huni (RTLH), mushola dan gereja di Dusun pencil, juga pembangunan sarana prasarana air bersih sumur bor di Dusun Kambu dengan volume 3 x 3 x 5 meter.

Selain itu, ada pula capaian sasaran nonfisik lainnya yakni berbagia penyuluhan dan sosialisasi bagi masyarakat.

“Penyuluhan dan sosialisasi yg menjadi target nonfisik juga telah selesai dilaksanakan. Penyuluhan-penyuluhan ini mengangkat materi antara lain kesadaran bela negara, penyuluhan hukum dan kamtibmas, pengetahuan tentang etika budaya politik, penyuluhan kesehatan, pelatihan pertanian, penyuluhan pencegahan stunting, pengetahuan wawasan kebangsaan, sosialisasi bahaya narkoba, pengetahuan pelestarian lingkungan hidup, pengetahuan kemandirian pengelolaan SDM dan SDA, pelayanan publik dan kependudukan, ketahanan pangan, dan posyandu, posbindu, serta kegiatan bakti sosial,” terangnya.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono dalam bagian amanatnya saat memimpin Upacara menyampaikan bahwa program TMMD yang sudah berlangsung selama 8 dekade ini, merupakan salah satu program bakti TNI untuk membantu pemerintah daerah dalam rangka percepatan pembangunan sarana prasarana dan infrastruktur di wilayah Jateng dan DIY.

“Fasilitas umum yang kita bangun ini sangat diperlukan masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan atau daerah terpencil,” katanya.

Pangdam juga menjelaskan bahwa dalam hal ini Kodam IV/Diponegoro tidak dapat bergerak sendiri, tanpa dukungan semua pihak. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada para prajurit, anggota Polri, pemerintah daerah dan masyarakat yang kurang lebih satu bulan telah bahu membahu berperan aktif dalam membantu menyelesaikan program TMMD ini.

Lebih lanjut Pangdam mengatakan bahwa pada tahun ini Kodam IV/Diponegoro menggelar TMMD Reguler di wilayah 4 Kabupaten yaitu Wonogiri, Brebes, Purworejo dan Kendal. Selain menyelenggarakan TMMD Reguler ini, seluruh Kodim di jajaran Kodam IV/Diponegoro juga melaksanakan TMMD Sengkuyung sebagai wujud tekad Kodam IV/Diponegoro dalam membantu Pemda guna percepatan program pembangunan di daerah secara menyeluruh.

Pangdam berharap program TMMD ini dapat dijadikan sebagai momentum yang tepat untuk meningkatkan semangat kebersamaan dan gotong royong seluruh komponen bangsa menuju terwujudnya kemanunggalan TNI.

Penulis : SIKP_kominfowng

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *