Rumah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Wonogiri saat ini menjadi lokasi diselenggarakannya Bazar Ramadhan berbagai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Bazar Ramadhan yang mengangkat tema “Bangkit di masa Pandemi, Kenali, Cintai dan Gunakan Produk Wonogiri” tersebut dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dan Perindustrian dan Perdagangan (KUKM dan Perindag) Kabupaten Wonogiri, Wahyu Widayati, mengatakan acara tersebut diikuti oleh puluhan pelaku UMKM di Wonogiri. Aneka makanan untuk buka puasa hingga kebutuhan Lebaran tersedia di bazar tersebut.

“Bazar Ramadhan ini digelar di Rumah BUMN, tepatnya di Jl. Wonogiri-Ponorogo, Brubuh, Purworejo, Kecamatan Wonogiri, itu digelar pada tanggal  24 April sampai dengan 22 Mei 2021. Tujuannya Pemkab Wonogiri dan sejumlah komunitas UMKM ingin menjadikan momen Ramadhan ini sebagai upaya membangkitkan eksistensi UMKM di kabupaten Wonogiri,” kata Wahyu, Rabu (28/4/2021).

Wahyu mengatakan, stan bazar dibagi menjadi dua tempat, yakni di dalam dan di luar gedung Rumah BUMN. Di dalam ruangan terdapat puluhan produk UMKM Wonogiri, mulai dari olahan makan, kerajinan hingga tekstil. Selain itu ada pelaku UMKM yang membuat parcel Lebaran. Sedangkan stan bazar di luar gedung atau halaman Rumah BUMN menyediakan aneka makanan dan minuman tradisional untuk berbuka puasa. Stan di luar tersebut  buka mulai pukul 14.00-19.00 WIB. Sedangkan stan di dalam buka mulai pukul 09.00-20.00 WIB.

“Olahan makanan yang ada di stan dalam Rumah BUMN terdapat thiwul, mi ayam wonogiren, gatot instan, aneka sambal, aneka bumbu, saus, kecap, keripik dan lain-lain. Sedangkan tekstil mulai dari kaos, batik Wonogiri, masker dan lain-lain. Semua asli produk Wonogiri. Sedangkan makanan yang dijual di stand luar seperti gendar pecel, jenang, aneka takjil untuk berbuka puasa, dan lain-lain” ujar Wahyu.

Disinggung terkait bagaimana mekanisme penjualan produk di stan, wahyu mengatakan bahwa ada perbedaan sistem jualan untuk stan yang di dalam dan yang di luar Rumah BUMN.

 “Untuk stan yang ada di dalam ruangan sistemnya nitip produk. Warga Wonogiri yang mempunyai produk bisa ditampilkan di sana, ada petugas yang menjaga. Untuk stan di luar, pedagang melayani pembeli secara sendiri-sendiri,” terangnya.

Wahyu berharap bazar tersebut dapat membantu para pelaku UMKM di Wonogiri untuk tetap bertahan agar tidak terus terpuruk di masa pandemi Covid-19. Selain itu, juga memberi kesempatan agar produk UMKM dapat dikenal masyarakat luas. Masyarakat yang melihat stan bazar Ramadan bisa mengenali, mencintai dan menggunakan produk dari pelaku UMKM dari Wonogiri. Selain pihaknya memberi kesempatan untuk memperkenalkan produk. Pihaknya juga memberi pendampingan dan edukasi agar produknya bisa berkembang.

Sementara itu, Pemimpin BNI Kantor Cabang Wonogiri, Sri Haryati mengatakan, bazar Ramadhan itu sebagai tanda dimulainya kembali aktivitas di Rumah BUMN Wonogiri.

“Saatnya Rumah BUMN kembali digunakan untuk kegiatan, mengadakan pelatihan, workshop, membuka diskusi dan berbagai aktifitas lain yang dapat meningkatkan kapabilitas UMKM di Wonogiri. Sebab selama satu tahun lebih Rumah BUMN vakum dari kegiatan akibat pandemi Covid-19. Tentunya kegiatan yang diselenggarakan harus menerapkan protokol kesehatan ketat.

Sebagai informasi, Rumah BUMN merupakan program dari Kementerian BUMN. Di Wonogiri, BNI ditunjuk sebagai BUMN yang mengelola Rumah BUMN bersama Dinas KUKM dan Perindag. Rumah BUMN adalah re-branding dari sebutan sebelumnya “Rumah Kreatif (RKB) BUMN”.

Perubahan nama tersebut merupakan pengayaan fungsi Rumah BUMN guna memperkuat peran BUMN di tengah masyarakat. Misalnya sebagai tempat untuk pengembangan UMKM, Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan , Co-Working space dan zona milenial.

Penulis : Berita Daerah RGS Wonogiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *