Dalam upaya deteksi dini terhadap Covid-19, Pemerintah Kabupaten Wonogiri menggencarkan uji atau tes swab.  Demikian disampaikan Plt Bupati Wonogiri Edy Santosa kepada media diruang kerjanya   Jumat (16/10) pekan ini.

Plt Bupati Wonogiri, Edy Santosa, mengaku pihaknya telah menentukan sasaran dari uji swab yang direncanakan.

“Selain orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19, golongan yang mempunyai resiko terpapar tinggi menjadi sasaran utama tes swab,” katanya.

Golongan beresiko tinggi yang dimaksud adalah para ibu hamil dan orang lanjut usia (Lansia). Ibu hamil yang sudah memasuki tri semester ketiga atau menjelang kelahiran akan terus di pantau. Mereka wajib melakukan tes swab. Sementara itu, lansia yang mempunyai penyakit penyerta atau komorbid akan jadi sasaran tes swab juga.

“Selain itu, pelaku perjalanan juga akan menjadi target utama. Karena saat ini kasus Covid-19 di Wonogiri didominasi oleh klaster perjalanan,” tambahnya.

Plt Bupati Wonogiri  Edy Santosa mengharapkan  masyarakat tidak takut dengan adanya tes swab tersebut.

“Dengan adanya deteksi dini , justru terpapar tidaknya seseorang bisa diketahui lebih cepat. Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat dalam memutus rantai persebarannya,” tandasnya.

Dikatan Edy Santosa bahwa pada pekan ini, sudah 800 orang yang sudah melakukan tes swab. Pada hari Jumat, menurut Edy, sebanyak lima pasien positif Covid-19 di Wonogiri telah sembuh. Dua pasien berasal dari Kecamatan Wonogri, dua pasien berasal dari Kecamatan Jatiroto dan satu pasien berasal dari Kecamatan Girimarto. Kelimanya sudah dipulangkan dari RSUD dan dijemput masing-masing Puskesmas.

Edy berpesan, para pasien yang sudah sembuh harus tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Harus memakai masker, rajin mencuci tangan dan juga jaga jarak/ Asupan gizi dan nutrisinya harus dijaga,” tegasnya.

Hingga Kamis 15 oktober 2020  pukul 21.00 WIB, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Wonogiri sebanyak 295 orang. Rinciannya 13 orang di rumah sakit, lima orang karantina mandiri, 18 orang meninggal dunia dan 259 orang telah sembuh.

Sumber : Berita Daerah RGS Wonogiri (17 Oktober 2020)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *