Bertempat di Ruang Girimanik Komplek Sekretariat Daerah Kabupaten Wonogiri, telah berlangsung dialog pelaksanaan pembayaran tunjangan hari raya keagamaan (THR) 2021 kepada para buruh perusahaan, Jumat (23/4/2021). Pemkab Wonogiri memberi kelonggaran terhadap metodologi dan skema perusahaan dalam pembayaran THR kepada para pekerjanya. Kebijakan tersebut telah disepakati oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan serikat pekerja.

Bupati wonogiri Joko sutopo menerangkan bahwa pada prinsipnya semua perusahaan siap membayarkan THR kepada pekerja, namun ada toleransi dalam metodologi dan skema pemberian THR.

“Sebab di tengah pandemi Covid-19 tidak semua perusahaan mempunyai kemampuan finansial yang sama. Kami memberi ruang toleransi waktu pembayaran, tapi harus terkomunikasi antara perusahaan dengan pekerja, agar tidak ada gejolak dalam pembayaran THR dan yang terpenting transparansi,” ujar Bupati.

Hingga saat ini, dari 27 perusahaan di Wonogiri belum ada yang meminta dispensasi terkait pembayaran THR. Pada prinsipnya semua perusahaan siap membayarkan THR bagi para pekerjanya.

Sementara menurut Sekretaris Apindo Wonogiri, Gangsar Laksono mengatakan bahwa Apindo Wonogiri berkomitmen terhadap apa yang sudah menjadi ketentuan kementerian ketenagakerjaan. Namun dalam pelaksanaannya, haruslah mempertimbangkan situasi pandemi covid-19.

“Saat ini tidak semua kondisi perusahaan sama, ada yang justru bagus omzetnya, ada yang wajar hingga ada yang memprihatinkan. Pemkab Wonogiri paham dengan kondisi tersebut.  Maka, mekanisme pembayaran THR perlu didiskusikan di internal,” ujar Gangsar.

Perusahaan bisa menjalin komunikasi dengan para pekerja terkait bagaimana pembayaran TH. Jika dalam prosesnya mengalami kendala dan perselisihan, Apindo Wonogiri akan melakukan mediasi. Pihak Apindo tetap menghimbau kepada seluruh perusahaan untuk membayarkan THR, terlebih bagi perusahaan yang dalam kondisi baik.

“Toleransi waktu pembayaran THR dikeluarkan bagi perusahaan yang kondisinya biasa saja dan kurang baik. Untuk besaran THR yang diberikan kepada karyawan, sudah menjadi hak pekerja yang harus dipenuhi, tergantung kesepakatan antar perusahaan,” katanya lagi.

Pemberian THR maksimal satu hari sebelum hari raya. Jika tidak bisa diimplementasikan dan ada permasalahan, maka bisa dilakukan komunikasi dan konfirmasi ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Wonogiri, Apindo, maupun Serikat Pekerja di Wonogiri.

Sumber : Berita Daerah RGS Wonogiri (24 April 2021)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *