Pemkab Wonogiri serius dalam perlindungan perempuan dan anak. Hal ini diwujudkan dengan ditandantangani sebuah Komitmen Bersama Antara Pemerintah Kabupaten Wonogiri Dengan Para Pelaku Usaha (Perhotelan, Karaoke, Rumah Makan, Dan Daya Tarik Wisata) Kabupaten Wonogiri, Senin (31/5/2021). Pada acara yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri tersebut, sejumlah pihak membangun komitmen bersama untuk menjadikan sarana hiburan dan pariwisata di Kabupaten Wonogiri senantiasa mengedepankan unsur sosial dan hukum dalam menjalankan usaha.

Wakil Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dalam bagian sambutannya mengatakan bahwa berdasarkan data yang ada, di Kabupaten Wonogiri terdapat 33 hotel dan 8 tempat karaoke, yang saat ini keberadaannya hampir merata di berbagai Kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Perkembangan pada sektor hiburan dan pariwisata ini memiliki implikasi beragam. Namun menurutnya, yang diperhatikan adalah agar keberadaannya tidak membawa dampak buruk bagi masyarakat.

“Pada sisi ekonomi, tumbuhnya sektor wisata dan hiburan akan memberikan kontribusi positif. Di sisi lain, seperti aspek sosial, keamanan, ketertiban, kesusilaan, dan penegakan hukum harus diperhatikan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Setyo.

Pria yang akrab disapa Pak Tiyo ini mengatakan bahwa intisari yang menjadi kesepakatan untuk dibangun bagi para pengusaha hotel, karaoke, rumah makan dan tempat wisata ini, adalah yang terkait dengan memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak dari kekerasan dan kejahatan seksual.

“Perangkat Pemerintah telah membangun regulasi yang mengatur agar tercipta kondisi yang aman dan ketertiban umum yang terjaga, selanjutnya pada tataran pelaksanaan, semua cita-cita tersebut akan terwujud manakala didukung oleh kesadaran dari setiap pihak yang terlibat di dalamnya. Diperlukan iktikad baik dan rasa kebersamaan untuk menciptakan situasi usaha yang kondusif, yang pada akhirnya dapat diterima oleh masyarakat dan lingkungan sekitar,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut telah hadir unsur penegak hukum dari Kepolisian dan Kejaksaan, unsur penegak peraturan daerah dari Satpol PP. Juga telah hadir unsur Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB dan P3A), Tim Penggerak PKK, PMI, dan unsur-unsur lain yang melengkapi. Hal ini dimaksudkan agar segenap elemen masyarakat menyadari pentingnya perlindungan perempuan dan anak ditinjau dari aspek psikologis, sosial, kesehatan, dan aspek kemanusiaan.

“Kaum perempuan dan anak menjadi kaum yang rentan menjadi korban tindak kekerasan maupun kejahatan seksual. Untuk itu, sekali lagi, kesepakatan memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak dari kalangan pengusaha hotel, karaoke dan tempat wisata di Kabupaten Wonogiri perlu mendapat apresiasi,” tegasnya.

Setyo berharap, penandatanganan komitmen kali ini menjadi dasar bagi para pengusaha perhotelan, karaoke, dan tempat wisata di Kabupaten Wonogiri untuk mengembangkan wisata dan hiburan yang sehat, sehingga semakin tumbuh dan berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari Pelaku Usaha Perhotelan, Karaoke, Rumah Makan, dan Daya Tarik Wisata di Kabupaten Wonogiri, Imam Santosa, membacakan deklarasi komitmen bersama yang mencakup lima poin. Pertama, para pelaku usaha berkomitmen untuk menjaga ketenteraman, ketertiban, dan kondusivitas iklim pariwisata, serta mematuhi segala peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kedua, para pelaku usaha berkomitmen untuk memberikan perlindungan kepada anak dengan melakukan pencegahan dini terhadap tindak kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak.

Poin ketiga berisi komitmen pelaku usaha untuk berperan aktif membantu pemerintah dalam melindungi hak-hak anak. Keempat, para pelaku usaha akan senantiasa menjalin hubungan ekonomi, sosial, dan budaya secara harmonis dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar tempat usaha. Poin kelima adalah kesediaan para pelaku usaha untuk menerima sanksi sesuai dengan peraturan-perundang-undangan yang berlaku apabila terbukti melakukan pelanggaran terhadap komitmen bersama ini.

Asisten 2 Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri, FX Pranata yang sekaligus Plt. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Wonogiri mengatakan bahwa deteksi dini menjadi kunci dari keberhasilan pelaksanaan Komitmen Bersama ini. Pranata menyebutkan bahwa teknis pelaksanaan deteksi dini tamu/pengunjung hotel, karaoke, dan tempat wisata telah disepakati oleh pihak pengelola.

“Jadi awalnya Komitmen Bersama ini adalah ide dari para pelaku usaha itu sendiri. Mereka dengan kesadaran sendiri merumuskan Komitmen Bersama, berkomunikasi dengan Pemkab, dan sepakat untuk melakukan penandatanganan dan mendeklarasikan tadi,” katanya.

Terkait pelaksanaannya nanti, lanjut Pranata, setiap tamu akan diminta untuk menunjukkan data diri.

“Apabila ditemukan tamu atau pengunjung di bawah umur dengan tidak didampingi orangtuanya, tidak akan diberikan akses masuk. Semata-mata untuk menghindari dan menekan terjadinya tindak kejahatan seksual dan memberikan perlindungan intensif terhadap anak-anak,” ujar Pranata ketika dihubungi melalui sambungan telepon seluler.

Penulis : SIKP_kominfowng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *