SEJARAH KABUPATEN WONOGIRI DAN HARI JADINYA SANGAT PENTING ARTINYA BAGI PENGUATAN MASYARAKAT DAERAH KABUPATEN WONOGIRI DAN KEBUDAYAAN DAERAH SETEMPAT. LEBIH DARI DUA SETENGAH ABAD LAMANYA DAERAH WONOGIRI SEBAGAI DAERAH YANG STRATEGIS TELAH MEMAINKAN PERANAN PENTING DALAM MENDUKUNG PERJUANGAN RADEN MAS SAID UNTUK MENENTANG SEGALA BENTUK PENINDASAN DAN KETIDAKADILAN  PARA PENGUASA SAAT ITU. KETIKA DICARINYA SUATU DAERAH UNTUK DIJADIKAN BASIS PERJUANGANNYA, MAKA SATU-SATUNYA DAERAH YANG DIPERHATIKAN ADALAH NGLAROH WILAYAH WONOGIRI.

 

DI DAERAH INILAH DIMULAI PENYUSUNAN BENTUK ORGANISASI PEMERINTAHAN YANG MASIH SANGAT TERBATAS DAN SANGAT SEDERHANA, TETAPI KEMUDIAN HARI MENJADI SIMBOL SEMANGAT PEMERSATU PERJUANGAN RAKYAT. INISIATIF UNTUK MENJADIKAN WONOGIRI (NGLAROH) SEBAGAI BASIS PERJUANGAN RADEN MAS SAID, ADALAH DARI RAKYAT WONOGIRI SENDIRI (WIRADIWANGSA) YANG KEMUDIAN DIDUKUNG OLEH PENDUDUK WONOGIRI SAAT ITU.

 

MULAI SAAT ITULAH NGLAROH (WONOGIRI) MENJADI DAERAH YANG SANGAT PENTING, YANG MELAHIRKAN PERISTIWA – PERISTIWA BERSEJARAH DI KEMUDIAN HARI. TEPATNYA PADA HARI RABU KLIWON TANGGAL 3 RABIUL AWAL (MULUD) TAHUN JUMAKIR, WINDU SENGORO : ANGRASA RETU NGOYAG JAGAD ATAU 1666, DAN APABILA MENGIKUTI PERHITUNGAN MASEHI MAKA MENJADI HARI RABU KLIWON TANGGAL 19 MEI 1741, NGLAROH TELAH MENJADI EMBRIO KERAJAAN KECIL, YANG DIKUATKAN DENGAN DIBENTUKNYA KEPALA PUNGGAWA DAN PATIH SEBAGAI PERLENGKAPAN (INSTITUSI PEMERINTAH) SUATU KERAJAAN WALAUPUN MASIH SANGAT SEDERHANA.

 

MASYARAKAT WONOGIRI DENGAN PIMPINAN RADEN MAS SAID SELAMA PENJAJAHAN BELANDA TELAH PULA MENUNJUKKAN REAKSINYA MENENTANG KOLONIAL. REAKSI ITU BERUPA GERAKAN-GERAKAN PROTES PETANI DAN KEGIATAN-KEGIATAN POLITIK LAINNYA, MELALUI ORGANISASI PERGERAKAN.

 

JERIH PAYAH PANGERAN SAMBER NYAWA INI BERAKHIR DENGAN HASIL SUKSES, TERBUKTI BELIAU DAPAT MENJADI ADIPATI DI MANGKUNEGARAN DAN BERGELAR KANJENG GUSTI PANGERAN ADIPATI ARYA (KGPAA) MANGKUNEGARA I.

 

PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG, RAKYAT WONOGIRI SEPERTI RAKYAT INDONESIA PADA UMUMNYA, TIDAK TERLEPAS DARI PENDERITAAN AKIBAT KEKEJAMAN JEPANG. PERIODE PENJAJAHAN BELANDA DAN PENDUDUKAN MILITER JEPANG ADALAH PERIODE TERBENTUKNYA PERASAAN ANTI KOLONIAL BAGI RAKYAT INDONESIA. PERASAAN ANTI KOLONIAL RAKYAT WONOGIRI DIKEMUDIAN HARI    SAAT REVOLUSI KEMERDEKAAN DIEKSPRESIKAN DENGAN SANGAT ANTUSIAS, TERUTAMA PEMUDA WONOGIRI YANG SANGAT BERPERAN DALAM MEMBENTUK KE ARAH OTONOMI DAERAH.

 

DIKETEMUKANNYA HARI JADI WONOGIRI PADA TANGGAL 19 MEI 1741 MERUPAKAN SUMBER KEBANGGAAN SEBAGAI PENDORONG KEMAJUAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH WONOGIRI. HARIJADI ITU SENDIRI SEBENARNYA MERUPAKAN JATI DIRI DAN MENJADI TITIK TOLAK UNTUK MELIHAT KE MASA DEPAN DENGAN PEMBANGUNAN YANG BERKESINAMBUNGAN DENGAN BERPEDOMAN PADA STABILITAS, UNDANG-UNDANG, KOORDINASI, SASARAN EVALUASI DAN SEMANGAT JUANG (SUKSES).

 

SURYA SENGKALA :

TAHUN 1741 (NGLAROH) SEBAGAI AWAL MULA TERJADINYA PEMERINTAHAN DI WONOGIRI).

KAHUTAMAN SUMBERING GIRI LINUWIH :

  1. ARTI :

KAHUTAMAN     : KEBERANIAN, YANG DIDASARKAN KELUHURAN BUDI UNTUK KEPENTINGAN RAKYAT BANYAK.

SUMBERING        : SUMBER – KEKUATAN

G I R I                   : GUNUNG – WONOGIRI

LINUWIH             : TERTINGGI, LUHUR

 

  1. MAKSUD :

DENGAN KEBERANIAN ATAS DASAR KELUHURAN BUDI, TEKAD DAN SEMANGAT, SEGALA TUJUAN LUHUR AKAN TERCAPAI.

HAL INI PERNAH DIALAMI OLEH RADEN MAS SAID / PANGERAN SAMBERNYAWA SEWAKTU MENENTANG PENJAJAH, SEHINGGA SAMPAI TERDESAK DAN MAKUWON/ BERTEMPAT DAN MENGUNGSI DI DESA NGLAROH.

 

KETELADANAN SIKAP DAN SIFAT KAHUTAMAN (KEBERANIAN DAN KELUHURAN BUDI) RADEN MAS SAID SANGAT PENTING UNTUK DILESTARIKAN, DITERUSKAN KEPADA GENERASI SEKARANG DAN AKAN  DATANG. OLEH KARENA ITU, PEMERINTAH KABUPATEN WONOGIRI BERSAMA DPRD KABUPATEN WONOGIRI MENETAPKAN PERATURAN DAERAH NOMOR 5 TAHUN 1990 TENTANG HARI JADI KABUPATEN WONOGIRI.

 

HARIJADI KABUPATEN WONOGIRI MERUPAKAN SALAH SATU JADI DIRI DAERAH YANG PERLU DIHORMATI, DILESTARIKAN DAN DIPERINGATI OLEH SEGENAP JAJARAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN SELURUH LAPISAN MASYARAKAT WONOGIRI DENGAN MENUMBUHKAN SEMANGAT JUANG, PATRIOTISME, KESATUAN BANGSA, KEMANDIRIAN, SURI TAULADAN DAN NILAI BUDAYA LUHUR PARA PENDAHULU BAGI GENERASI MUDA UNTUK MENCAPAI CITA-CITA BANGSA.

 

DIDUKUNG SEMANGAT KERJA SAMA SELURUH RAKYAT, MENJADIKAN WILAYAH KABUPATEN WONOGIRI YANG SEMULA GERSANG DAN TANDUS MENJADI DAERAH POTENSIAL DI SEGALA BIDANG, LEBIH MAKMUR,  MURAH SANDANG PANGAN SERTA MENJADI DAERAH TUJUAN WISATA.

 

SEJAK MASA KEMERDEKAAN HINGGA SEKARANG KABUPATEN WONOGIRI TELAH DIPIMPIN OLEH 18 BUPATI YAITU :

 

  1. SOETOJO HARDJO REKSONO (1946-1948)
  2. R. DANOEPRANOTO (1948-1950)
  3. R. AGUS MIFTAH DANOEKOESOEMO (1950-1953)
  4. SENTOT WONGSO ADMOJO (1953-1956)
  5. R. SOETARKO (1956-1957)
  6. POERWO PRANOTO (1958)
  7. R. YAKOP DANOE ADMOJO (1958-1959)
  8. RM. Ng. BROTO PRANOTO (1960-1966)
  9. R. SAMINO (1967-1974)
  10. KRMH. SOEMOHARMOYO (1974-1979)
  11. DRS. AGOES SOEMADI (1979-1980)
  12. R. SOEDIHARTO (1980-1985)
  13. DRS. OEMARSONO (1985-1995)
  14. DRS. TJUK SUSILO (1995-2000)
  15. H. BEGUG POERNOMOSIDI (2000-2010)
  16. H. DANAR RAHMANTO (2010 -2015)
  17. SARWA PRAMANA SH. MSi (PJ. Bupati Wonogiri 2015-2016)
  18. JOKO SUTOPO ( 2016- SEKARANG )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *