Pemerintah Kabupaten Wonogiri tengah merancang Kawasan Wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri menjadi seperti Wisata Guatape Dam di Kolombia. Tak main-main, Obyek Wisata WGM yang awalnya hanya seluas 7,5 hektare itu akan direhab total dengan pengembangan di kawasan sisi barat seluas 115 hektare. Pengembangan kawasan wisata tersebut merupakan proyek Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kegiatan ini merupakan proyek multiyears 2021-2023 dengan estimasi anggaran lebih kurang Rp170 miliar

Dirangkum dari Focus Group Discussion (FGD) Kegiatan Penyusunan Rencana Pembangunan Infrastruktur Permukiman (RPIP) Kawasan Wisata WGM, Selasa (22/4/2021), di Ruang Girimanik Kompleks Setda Kabupaten Wonogiri, di seluruh kawasan tersebut bakal dibangun 46 wahana dan fasilitas pendukung lainnya.

Sebanyak 46 wahana yang bakal dibangun merupakan wahana yang selama ini belum ada di tempat wisata lain, seperti teras pantai waduk, Museum Gajah Mungkur, taman tematik dan lanskap, taman opera, taman pintar, dan infinity pool. Selain itu akan dibangun pula pedestrian kaca, bianglala, agrowisata, kebun raya, kawasan lintas alam dan jalur olahraga sepeda ekstrim atau downhill, area pemandangan waduk dari jalan atau scenic lake from road, dan sebagainya.

Disampaikan oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan Teknis Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat atau Kementerian PUPR, Kusuma Wardani, rencananya perluasan kawasan seluas 115 ha sisi barat WGM akan melibatkan sejumlah pulau di WGM, dan tiga lokasi di Desa Sendang tak jauh dari WGM, yakni Bukit Joglo, Bukit Cenik, dan tiga Bukit Susu. Kawasan dekat perairan waduk yang akan dikembangkan dari kompleks WGM ke barat hingga kawasan Cakaran/Plataran atau semacam dermaga kecil di perbatasan Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri dengan Gumiwang Lor, Kecamatan Wuryantoro.

Kusuma Wardani menyampaikan pekerjaan fisik kemungkinan besar akan dimulai Agustus 2021. Pada tahap awal proyek akan fokus pada pengembangan kawasan wisata Waduk Gajah Mungkur terlebih dahulu. Lahan wisata milik Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo seluas 7,5 hektare. Pengembangan juga dilaksanakan di lahan pemerintah kabupaten seluas 3,5 hektare.

“Setelah jadi kawasan wisata ini terbuka kemungkinan menjadi kawasan wisata terbesar di Jawa Tengah. Nama objek wisatanya belum diputuskan. Ini akan jadi ikon Kabupaten Wonogiri dan diharapkan bisa menjadi modal awal kemajuan daerah,” kata Kusuma Wardani.

FGD yang juga digelar secara virtual tersebut melibatkan banyak pihak, termasuk nelayan, petani ikan, warga, pemerintah desa, dan lainnya. Berdasar perencanaan konsultan, kawasan yang dikembangkan fokus di lahan aset Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo berharap Pemkab akan diberi kewenangan penuh mengelola objek wisata hasil pengembangan WGM yang diproyeksikan mirip Wisata Guatape Dam, Kolombia, tersebut nantinya.

Selain itu, Bupati juga beranggapan bahwa dibangunnya Kawasan Wisata WGM menjadi suatu penghormatan dan penghargaan bagi 67.515 jiwa harus rela bedol desa atau bertransmigrasi ke Provinsi Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatra Selatan pada 1976.

Meski demikian, waduk seluas lebih kurang 8.800 hektare yang mulai dioperasikan pada 1982 itu tak memberi kontribusi optimal untuk Wonogiri. Manfaat terbesar atas keberadaan WGM Wonogiri justru diperoleh daerah lain. Waduk itu dapat mengendalikan banjir di wilayah hilir, seperti Sukoharjo, Solo, Sragen, dan sebagian daerah di Jawa Timur. Air tampungannya pun dimanfaatkan untuk irigasi areal pertanian seluas 23.600 ha di daerah-daerah tersebut. Listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga air atau PLTA dengan memanfaatkan air waduk juga tak sepenuhnya untuk kepentingan Wonogiri.

“Wonogiri praktis hanya bisa mengelola tempat wisatanya. Padahal, di balik pembangunan waduk ini ada pengorbanan 67.000 jiwa warga kami ada 51 desa di enam kecamatan yang tenggelam. Mereka melakukannya dengan harapan WGM dapat memberi manfaat sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat Wonogiri,” kata Bupati.

Oleh karena itu, Bupati meyakini pengembangan kawasan wisata WGM ini akan menjadi satu titik balik pencapaian pembangunan di Kabupaten Wonogiri, yang mana aspek kemanfaatannya akan benar-benar dirasakan masyarakat Wonogiri. Pengelolaan wisata baru bakal mampu memberikan pendapatan asli daerah atau PAD yang berlipat ganda daripada sebelumnya.

“Jika PAD tinggi Pemkab dapat menggunakannya untuk menjalankan program intervensi kemiskinan lebih masif lagi,” ujar Bupati.

Penulis : SIKP_kominfowng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *