Hari Lahir ke-280 tahun Kabupaten Wonogiri diperingati secara sederhana dalam upacara dengan nuansa Adat Jawa, Rabu (19/5/2021). Bupati Wonogiri Joko Sutopo bertindak sebagai Pembina dalam upacara yang digelar di di Halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri tersebut.

Dalam bagian amanatnya, Bupati Joko Sutopo menyampaikan bahwa proses perjuangan panjang Raden Mas Said untuk menentang segala bentuk penindasan dan ketidakadilan para penguasa saat itu. Apabila menurut perhitungan tahun masehi, maka momen ketika Raden Mas Said mencari suatu daerah untuk dijadikan basis perjuangannya adalah pada tahun 1741. Satu-satunya daerah yang diperhatikan saat itu adalah Nglaroh Wilayah Wonogiri.

Masyarakat Wonogiri dengan pimpinan Raden Mas Said selama penjajahan Belanda bersatu menentang kolonial. Reaksi itu berupa gerakan-gerakan protes petani dan kegiatan-kegiatan politik lainnya, melalui organisasi pergerakan. Jerih payah Pangeran Samber Nyawa ini berakhir dengan hasil sukses, terbukti beliau dapat menjadi Adipati di Mangkunegaran dan bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara I.

“Sejarah mencatat proses perjuangan panjang Raden Mas Said, akhirnya memetik hasil yang menggembirakan. Tetapi sebagai suatu pesan, bahwa di dalamnya ada pesan integritas, ada komitmen, ada visi dan dan ada misi yang dijadikan satu energi positif untuk Raden Mas Said memperoleh apa yang menjadi haknya. Pesan moral dari perjuangan Raden Mas Said ini adalah sesulit apapun, seberat apapun, serumit apapun cita-cita, apabila kita lakukan dengan dedikasi dan integritas, maka yakinlah Tuhan akan meridhoi perjuangan kita,” kata Bupati.

Refleksi sejarah lahirnya Kabupaten Wonogiri ini, menurut Bupati Joko Sutopo, harus dijadikan suatu proses perenungan atas berjalannya Pemerintahan Kabupaten Wonogiri yang telah genap berusia 280 tahun. Bupati mengajak setiap peserta upacara yang hadir, untuk menjadi bagian dari pembangunan Kabupaten Wonogiri, meneruskan cita-cita dan perjuangan Raden Mas Said membawa Wonogiri menjadi Kabupaten yang maju, mandiri, dan sejahtera.

“Namun saat ini, di pundak kami, di pundak kita semua, masih memikul beban yang sangat berat, yang belum kita wujudkan untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Wonogiri di usia yang 280 tahun ini masih terjadi kesenjangan, masih terjadi kemiskinan, masih kita temukan ketidakadilan, maka kita semua harus rumangsa melu handarbeni dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan gemah ripah lohjinawi,” tutur Bupati.

Dengan satu komitmen bersama dan satu integritas yang dibangun, Bupati Wonogiri yakin Wonogiri mampu membawa Kabupaten Wonogiri menuju satu digit angka kemiskinan dan mewujudkan pembangunan yang merata.

Dalam upacara Peringatan Hari Jadi ke-280 ini juga diserahkan secara simbolis penghargaan Satyalencana Karya bagi sebanyak 46 orang ASN yang telah mengabdi pada Pemerintah Kabupaten Wonogiri. Sebanyak 19 orang menerima Satyalencana Karya atas pengabdian selama 30 tahun, 16 orang yang telah mengabdi selama 20 tahun, dan 11 orang yang telah mengabdi selama 10 tahun.

Penulis : SIKP_kominfowng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *