Forum silaturahmi dalam rangka puncak peringatan Hari Jadi Ke-282 Kabupaten Wonogiri digelar dalam nuansa kejawen di pendapa rumah dinas Bupati Wonogiri, Jumat (19/5). Para pejabat, aparat dan tamu undangan hadir mengenakan busana Jawa. Untuk pria mengenakan beskap, kain jarik, blangkon dan di pinggannya terselip keris. Kemudian bagi perempuan, mengenakan busana kebaya dan kain jarik. Ini sinergi dengan nuansa peringatan yang berkait dengan pelestarian nilai-nilai perjuangan Raden Mas (RM) Said atau Pangeran Sambernyawa.

Hadir dalam kegiatan Bupati Joko Sutopo, Wakil Bupati Setyo Sukarno, Ketua DPRD Sriyono, Dandim 0728/Wonogiri Letkol (Inf) Deny Octavianto, Kapolres AKBP Andi M Indra Waspada Amirullah, Kajari Porman Patuan Radot, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Rais Torodji, masing-masing beserta istri.

Juga hadir para Anggota DPRD, Sekda Haryono beserta para Asisten Sekda, Camat se Kabupaten Wonogiri. para pimpinan dinas dan instansi, Direktur BUMD, Direktur Rumah Sakit, Pimpinan Ormas termasuk Ketua Himpunan Kerabat MangkuNegaran Suryosumirat (HKMNS) Mas Ngabei (MNg) Mulyanto dan perwakilan elemen masyarakat lainnya.

Dalam acara tersebut, dibacakan sejarah Kabupaten Wonogiri yang erat kaitannya dengan perjuangan Pangeran Sambernyawa. Perjuangan RM Said, tokoh pendiri Dinasti Mangkunegaran Surakarta ini, dilakukan untuk melawan ketidakadilan keraton dan penjajah Belanda.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan refleksi di usia Wonogiri ke-282 kembali kepada pemerintah yang diamanahi memimpin Wonogiri. Tanggung jawab itu dituangkan dalam visi dan misinya. “Kita ingin membuat Wonogiri maju, mandiri dan sejahtera yang kami pertanggungjawabkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah,” katanya.
Tantangan yang dihadapi sekarang adalah mengoptimalkan semua potensi yang dimiliki untuk mewujudkan visi dan misinya. Salah satu goal yang diinginkan adalah kemiskinan Wonogiri di satu digit.

 

Hal itu yang ingin dikejar untuk dituntaskan. Berbagai indikator juga digenjot baik pendidikan, infratruktur, ekonomi, kesehatan hingga pelayanan. Dengan itu maka akan ada pertumbuhan ekonomi.

“Ini kita dorong dengan program-program yang berkelanjutan juga evaluasi yang kita lakukan. Pada akhirnya, ruang-ruang yang velum teroptimalkan terhadap program yang ada bisa kita revisi,” tutur Bupati.

Berdasarkan data dari BPS pertumbuhan ekonomi di Wonogiri pada 2022 lalu mencapai 5,6 persen. Sementara inflasi di angka sekitar 1,3-1,4 persen. Hal itu dinilai menggembirakan. Pasalnya, aktuiitas masyarakat kembali normal usai dihantam covid-19.

“Tahun ini kita konsentrasi pembangunan sektor UMKM serta pertanian Semoga ini menjadi momentum untuk kita lebih mengoptimalkan potensi di Wonogiri,” imbuhnya.

 

Sumber : Bagian Prokopim Setda Kab. Wonogiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *