Wonogiri Job Fair digelar dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Jadi Ke-282 Kabupaten Wonogiri, Minggu-Senin (14-15/5) di pendopo rumah dinas Bupati Wonogiri. Kegiatan yang digelar secara hybrid itu bertujuan mempertemukan antara pencari kerja dengan perusahaan yang mencari tenaga kerja. Total ada 36 perusahaan yang berpartisipasi dengan jumlah lowongan kerja mencapai 7.611 lowongan pekerjaan.

Acara dibuka oleh Bupati Wonogiri yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan FX. Pranata, dihadiri pula Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Tenaga Kerja Transmigrasi RI Muhammad Yusuf, serta para Kepala Disnaker se Solo Raya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Wonogiri, Ristanti menyatakan, perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja itu terdiri dari 5 pabrik garmen yang memproduksi pakaian jadi dan lembaga keuangan, 3 perusahaan di bidang kesehatan, berikut bisnis retail, Telkom, otomotif dan lain-lain.

Juga dari perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, distributor berskala lokal dan nasional. Berikut peluang kerja magang di sejumlah perusahaan asing di Jepang dan Korea. Job fair ini menjadi program Disnaker Wonogiri, dalam hal tata kelola ketenagakerjaan, untuk menanggulangi pengangguran dalam upaya mengentaskan kemiskinan.

“Melalui job fair, tingkat pengangguran di Wonogiri dapat ditekan. Tahun 2021 sebanyak 2,24 persen dan Tahun 2022 sebesar 1,95 persen. Setiap tahunnya jumlah pengangguran bertambah dengan adanya lulusan SLTA yang tidak meneruskan kuliah. Jumlahnya mencapai 9 ribu sampai 10 ribu,” terang Ristanti.

Ditambahkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Wonogiri cukup rendah yakni, paling sedikit nomor dua di Jawa Tengah. Tetapi, setiap tahun angka itu berubah karena lulusan SMA maupun SMK di Wonogiri, tidak semuanya ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. “Jadi itu kita kelola dengan baik agar tidak masuk ke daftar menganggur,” imbuhnya.

Selain itu, selama tahun ke tahun ada sejumlah SMA/SMK di Wonogiri yang sudah memiliki kerjasama dengan perusahaan. Dimana lulusan sekolah tersebut bisa langsung tersalurkan. Lulusan yang belum tersalurkan, kata Ristanti, difasilitasi dengan event job fair.

 

Selain itu, kegiatan job fair juga memfasilitasi pencaker yang merupakan lulusan tahun sebelumnya maupun yang habis kontrak kerjanya.

 

 

Sumber : Bagian Prokopim Setda Kab. Wonogiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *