BUPATI TETAPKAN 7 HARI TANGGAP BENCANA DI WONOGIRI


BUPATI TETAPKAN 7 HARI TANGGAP BENCANA DI WONOGIRI

Hujan yang mengguyur Kabupaten Wonogiri Senin (27/11) malam hingga Selasa (28/11) malam berdampak pada terendamnya 19 kecamatan dan 67 desa yang ada disana. Hujan terus menerus selama kurang lebih 22 jam ini, selain menyebabkan banjir, juga berdampak tanah longsor di berbagai wilayah.  Selain membuat rumah-rumah warga tergenang serta tertimpa longsoran, juga mengakibatkan jembatan serta jalan rusak dan terputus.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menetapkan tujuh hari ke depan sebagai masa tanggap darurat bencana. Demikian ditegaskan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, Rabu (29/11), saat memimpin langsung Rakor Paska Bencana di Ruang Kahyangan Pemkab Wonogiri bersama unsur TNI /Polri, PMI, BPBD, SAR, Kepala OPD dan Camat. “Prioritas utama kita adalah penanganan korban bencana. Inventarisasi kebutuhan-kebutuhan apa yang paling dibutuhkan. Selain makanan dan pakaian, selimut juga diperlukan. Yang tidak kalah penting, kebutuhan sanitasi harus dipikirkan. Kita bisa sewa sanitasi berjalan dari daerah lain, ataupun beli kalau mampu,” ujar Bupati.

Bupati menghimbau supaya bantuan dari Pemerintah tidak semuanya diwujudkan dalam bentuk logistik, sehingga menumpuk berbulan-bulan tidak habis, padahal tanggap darurat bencana hanya 7 hari. “Prioritas kedua, baru pengembalian infrastruktur yang rusak. Karena sampai sekarang kita belum mengetahui sejumah kerusakan yang ada akibat bencana. Dalam hal ini, Pak Gubernur juga memberikan perhatian khusus untuk Wonogiri, sehingga beliau siap memback up infrastruktur yang kita butuhkan.”

Bupati sendiri sudah turun ke lapangan ke sejumlah lokasi banjir dan tanah longsor. Tapi sejumlah jalan rusak dan yang masih tergenang banjir, membuat kesulitan mengetahui seberapa parah kondisi wilayah tersebut. Namun demikian, bantuan logistik untuk warga terdampak banjir dan longsor relatif aman. Posko-posko pengungsian juga mulai didirikan di balai-balai desa.

Bencana banjir dan tanah longsor di Wonogiri merenggut korban jiwa dua orang dan satu orang belum ditemukan. Korban meninggal bernama Yati 960) dan Sri (40), warga Dlepih, Tirtomoyo, terkena longsoran tanah. “Keduanya merupakan ibu dan anak, dan jenazahnya ditemukan dalam keadaan berpelukan. Keduanya tidak sempat lari keluar rumah ketika tebing setinggi 25 meter di samping rumahnya longsor sekitar pukul 17.00 WIB Selasa lalu,” jelas camat Tirtomoyo, Kuswarno.

Korban lain yang belum ditemukan diduga bernama Sudarno, warga Nglencung Desa Sidorejo Kecamatan Tirtomoyo.

 

 

Reporter : Humas Setda Wonogiri

Foto : Dokumentasi BPBD Wonogiri

Apakah website ini bersifat informatif?

  • Pengunjung (199642 Kunjungan)
  • Hits (199642 Kunjungan)
  • Hari Ini (613 Kunjungan)
  • Kemarin (663 Kunjungan)