HUT PWRI WONOGIRI KE-55 DIHADIRI KETUM PUSAT


Persatuan Wredatama Republik Indonesia Kabupaten Wonogiri,  Selasa (8/8) merayakan HUT ke 55 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri. Acara yang diikuti seluruh pengurus PWRI se Kabupaten Wonogiri ini secara khusus dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Besar PWRI Pusat Prof. Dr. Haryono Suyono. Hadir juga  Bupati Wonogiri berserta Wakil Bupati Wonogiri, jajaran Forkopimda, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PWRI Pusat Joko Sidik Purnama, Ketua PWRI Provinsi Hendro Martoyo serta Ketua PWRI se-Soloraya.

Menurut keterangan Ketua PWRI Kabupaten Wonogiri Sri Hardono, pada  peringatan HUT PWRI yang mengangkat tema “Dengan Persatuan, Kesatuan, Kekompakan, dan Kesetiaan kepada Pancasila PWRI mendukung Pembagunan Bangsa dan Negara Republik Indonesia” menjadi sangat istimewa selain dihadiri Ketum Pusat, Pengurus Besar PWRI juga menganugerahkan piagam penghargaan dan tanda kehormatan Wredatama Nugraha kepada Bupati Wonogiri yang diserahkan langsung oleh  Prof.Dr. Haryono Suyono.

Hardono menyebutkan penghargaan ini baru pertama kalinya diberikan Pengurus Besar kepada seorang Bupati atau Pimpinan Daerah karena bentuk perhatian serta kepedulian Pemerintah Kabupaten Wonogiri terhadap keberadaan PWRI.

Ketum Pengurus Besar PWRI Prof. Dr Haryono Suyono yang juga mantan Menteri Negara Kependudukan dan Kepala BKKBN pada era pemerintahan Presiden Suharto ini menyampaikan bahwa kedatangan semua Ketua PWRI pada HUT ke-55 ini bukan tanpa alasan. Hal tersebut karena  adanya perubahan dalam ADRT PWRI sehingga status PWRI daerah bukan lagu merupakan cabang dari pusat tetapi merupakan bagian kabupaten/kota / provinsi setempat. Sehingga PWRI berada di bawah binaan kepala daerah sampai tingkat kecamatan.

“PWRI tingkat kabupaten bukan lagi PWRI cabang tetapi disebut PWRI Kabupaten Wonogiri.Saat ini Bapak punya hubungan yang lebih erat dibanding 55 tahun yang lalu. PWRI bukan lagi cabang pusat tapi binaan langsung Bapak,” ungkapnya 

Ia menambahkan peran PWRI Pada level pusat lebih pada fungsi memelihara persatuan PWRI tingkat provinsi dan kabupaten yang melibatkan semua semua kekuatan  pembangunan pemerintah  TNI, POLRI .

Pada kesempatan itu selain penyerahan tanda kehormatan kepada Bupati Wonogiri, Prof Haryono juga menyerahkan bantuan dana sekolah kepada anak yatim serta bibit kelor sebanyak 10 ribu bagi Wonogiri. Ia menyebutkan bantuan tersebut menjadi  salah satu semangat berbagi dari PWRI.

 “Dengan berbagi kita mewujudkan cinta kasih kepada sesama. Kelak jika tanaman sudah tumbuh besar, dapat dibagikan kepada warga Wonogiri dan membantu banyak masyarakat untuk sembuh dari penyakit. “katanya.

Sementara Bupati Wonogiri Joko Sutopo dalam sambutannya mengapresiasi pesan nasionalis, dalam perayaan HUT PWRI ke 55 ini. Ia mengatakan dengan persatuan dan kesatuan PWRI  dapat mendukung pembangunan bangsa dan negara terlebih pada situasi ini ada pihak yang tidak sepakat dengan Pancasila. Sikap nasionalisme PWRI dapat diimplementasikan dengan menjaga pancasila sebagai ideologi bangsa. Ia juga berharap hubungan kemitraan dan kerjasama yang baik selalu dijaga, selain akan selalu mendukung program PWRI, Bupati juga mengajak  keluarga besar PWRI Wonogiri untuk  mempunyai semangat turut serta membangun Wonogiri. (Humas Setda Wonogiri)

Apakah website ini bersifat informatif?

  • Pengunjung (199643 Kunjungan)
  • Hits (199643 Kunjungan)
  • Hari Ini (614 Kunjungan)
  • Kemarin (663 Kunjungan)