KAMPANYE NASIONAL IMUNISASI MR, 191 RIBU ANAK DI WONOGIRI TERDAFTAR TERIMA VAKSIN


Sebanyak 191.090 anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di Kabupaten Wonogiri terdafar untuk menerima Vaksin Measles dan Rubella (MR) pada Kampanye Nasional Imunisasi MR Bulan Agustus hingga September 2017. Demikian disampaikan Suprio Heryanto, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada  Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri yang ditemui di kantornya, Selasa (1/8) kemarin.

Suprio menyebutkan ada beberapa tujuan Kampanye Nasional Imunisasi MR ini, yakni untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap campak dan rubella secara cepat, memutuskan transmisi virus campak dan rubella, menurunkan angka kesakitan atas penyakit campak dan rubella, dan menurunkan angka kejadian ibu hamil yang tertular virus rubella sehingga dapat mengakibatkan kecacatan pada janin yang dikandungkanya.

“Imunisasi ini sifatnya wajib dan tanpa mempertimbangkan status imuniasi sebelumnya. Semua anak di usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun harus diimunisasi,” katanya.

Menurut Suprio, Dinkes Kabupaten Wonogiri telah menginventarisir semua kebutuhan pelaksanaan pemberian vaksin ini, baik dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga pemantauan. Pada tahap persiapan, Dinkes Wonogiri telah menghitung dan menetapkan jumlah sasaran penerima vaksin dan melakukan sosialisasi melalui Puskesmas, Posyandu, bidan desa, dan kader. Dinkes jg melakukan penyebaran informasi melalui berbagai media seperti spanduk, banner, hingga media sosial.

Pada tahap pelaksaan, Dinkes Wonogiri telah menyusun jadwal imunisasi bagi anak usia sekolah pada bulan Agustus ini yang akan dilaksanakan di sekolah-sekolah, baik di TK, SD, hingga SMP se-Kabupaten Wonogiri oleh Puskesmas setempat, dan pada bulan September bagi bayi dan anak-anak usia pra sekolah di Puskesmas terdekat dengan domisili para penerima vaksin.

“Tinggal ikuti jadwalnya saja bagi anak sekolah. Yang masih bayi dan pra sekolah, akan kami informasikan melalui posyandu bagaimana mekanismenya nanti. Hanya datang saja ke Puskesmas setempat, mendaftar, lalu disuntik vaksin, sudah, begitu saja, mudah kok,” kata Suprio.

Suprio juga menambahkan bahwa bagi anak yang tengah sakit Demam, Batuk, Pilek, dan Diare, tidak akan disuntik vaksin. Dirinya juga tidak menutup kemungkinan, pasca disuntikkannya vaksin ini, anak akan mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) seperti demam, meriang, bengkan dan nyeri pada area bekas suntikan. Untuk itu, Suprio sudah mengkoordinasikan dengan Pokja KIPI untuk menangani apabila nantinya terjadi KIPI. “Apabila ada KIPI nanti, pertama akan kami berikan Paracetamol untuk menurunkan demam dan nyeri.  Apabila ada gejala agak berat, bisa kami rujuk ke RSUD, makanya kan bagi anak yang sakit tidak boleh diimunisasi, tujuannya untuk mencegah KIPI itu juga, ” kata Suprio. (Essa – Diskominfo Wonogiri) 

Apakah website ini bersifat informatif?

  • Pengunjung (139242 Kunjungan)
  • Hits (139242 Kunjungan)
  • Hari Ini (359 Kunjungan)
  • Kemarin (629 Kunjungan)